NLP for Parenting : Modalitas
Suatu ketika seorang ibu datang meminta konsultasi tentang kesulitan belajar yg dialami oleh kedua putranya yang masih duduk di SD. Ibu itu merasa kedua anaknya merasa harus ditanggani segera tentang masalah belajarnya dan harus segera di tanggulangi secepatnya.
Ibu itu merasa kakaknya mempunyai masalah dalam menyerap pelajaran.Sebagai contohnya ibu itu sering sampai larut malam jika harus menemaninya belajar. Dengan argumen dan pengalaman itu maka dilakukanlah tes modalitas kedua anak tersebut dan juga ibu tersebut. Dan ternyata setelah dilakukan tes modalitas diketahui bahwa putranya yang besar dominan visual sedangkan ibu dan adiknya dominan auditory.

Apa yang terbersit dalam pikiran Anda ketika kata “modalitas” ini muncul? Apakah Anda merasa ada hubungan dengan istilah ekonomi? Permodalan?

Ya. Walaupun tidak berhubungan langsung dengan bidang ekonomi,modalitas yang dimaksud memang menyerempet kata “modal” dalam istilah ekonomi. Modalitas dalam konteks NLP adalah Representational System atau biasa disingkat dengan Rep System.
Ini merupakan modal yang diberikan Allah SWT kepada manusia berupa indera penglihatan, pendengaran, perabaan, penciuman, dan pengecapan. Modalitas/Rep System ibarat saringan bagaimana seorang manusia memaknai suatu kejadian di luar sebelum dimasukkan ke dalam pikirannya.
Untuk memudahkan pemahaman, mari kita gunakan istilah VAKOG – Visual, Auditory, Kinestetik, Olfactory, Gustatory. Dalam setiap manusia semua unsur VAKOG ini berfungsi sama baiknya. Tidak ada unsur yang lebih baik dari unsur lainnya. Hanya pada sebagian orang, ada bagian-bagian yang lebih dominan dan bagian lainnya kurang dominan.
Misalkan,orang tuanya yang dominan Visual dalam mengajarkan anaknya belajar kecenderungannya akan lebih sering dengan menunjukkan/memperlihatkan bahan pelajaran. Sedangkan anak yang memiliki dominan Auditory, tentu akan lebih nyaman dengan suara/dibacakan bahan pelajarannya, tidak hanya sekedar ditunjukan. Atau anak yang dominan Kinestetik, di mana gaya belajarnya adalah menggoyang-goyangkan kaki atau memutar-mutar penanya.
Anda dapat gambarkan dan ceritakan apa yang akan terjadi jika orangtua tidak menyadari modalitas dirinya dan modalitas anaknya? Yang terbayang adalah antara orangtua dan anak saling memberi label “bermasalah” antar satu dengan lainnya. Yang terdengar adalah saling berbicara dengan suara keras antar yang satu dengan lainnya ketika belajar.
Titik temu sebetulnya dapat diatasi dengan saling mengenal modalitas masing2 dan belajar bagaimana menyeimbangkannya sehingga menjadi tidak terlalu dominan.

TIPS :

  • Perhatikan dan amati anak anda ketika mereka sedang berbicara atau ketika mereka sedang beraktifitas.
  • Kata kerja apa yang paling sering mereka gunakan ketika berkomunikasi dengan anda dan aktifitas apa yang paling disukai mereka.
  • Anak dengan dominan Visual, mereka akan lebih sering menggunakan kata kerja: melihat, menunjukan, warna dll. Aktifitas yang disenangi biasanya menggambar.
  • Anak dengan dominan Auditory, mereka akan lebih sering menggunakan kata kerja: mendengar, berisik,bsuara dll. Aktifitas yang disenangi biasanya bermain musik.
  • Anak dengan dominan Kinestetik, mereka akan lebih sering menggunakan kata kerja : merasakan, nyaman,  memegang, menyentuh, membawa dll.
  • Anak dengan dominan Kinestetik Aktifitas yang disenangi biasanya kegiatan yang banyak gerak.
  • Untuk Olfactory dan Gustatory biasanya dimasukan dalam Kinestetik untuk menyederhanakan pemahaman.

PERTANYAAN : Apakah Anda mengetahui modalitas yang dominan dalam diri Anda? Pasangan Anda? Dan anak Anda?